Jumat, 18 September 2015

KKP Dan Kemen PU-PERA Bersinergi Bangun Kawasan Perikanan Budidaya
Oleh Redaksi -
2015/09/17 at 4:02 PM
9
http://www.jokowinomics.com/media/static/images/2015/09/Bangun-Kawasan-Perikanan-Budidaya.jpg
Jakarta, jokowinomics.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU – PERA) bersinergi membangun kawasan perikanan budidaya. Hal ini dilakukan untuk mendukung pencapaian peningkatan produksi sekaligus memberikan peningkatan kesejahteraan kepada pembudidaya dan masyarakat.
“Kerjasama yang dilakukan adalah dengan membangun saluran air di tambak dan juga jalan produksi guna meningkatkan produktivitas lahan dan sekaligus mengembangkan perekonomian daerah.”, ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto saat memberikan arahan pada Forum Prasarana dan Sarana Perikanan Budidaya di Surabaya, Rabu (16/9).
Menurut Slamet, kerjasama pembangunan infrastruktur perikanan budidaya itu di implementasikan antara Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DJSDA) dan Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) Kemen PU – PERA.
Ia menjelaskan bahwa kerjasama dengan DJSDA dilakukan dalam rehabilitasi saluran tambak, baik primer dan sekunder. Tahun 2015 ini, DJSDA mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 milyar untuk rehab tersebut.
“Kita harapkan tahun depan akan meningkat. DJPB mendukung untuk melakukan rehab dan pengembangan saluran tersier, melalui anggaran Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP) senilai Rp 52 milyar pada 2015. Ini diserahkan kepada 147 Kelompok Pengelola Irigasi Perikanan (POKLINA)”, tambah Slamet.
Sedangkan pembangunan jalan produksi bekerjasama dengan DJCK. Ini sangat penting, karena akan mempermudah transportasi atau pengangkutan hasil budidaya dan juga akses ke tambak atau lokasi budidaya.
“Ke depan, kerjasama ini akan kita dorong untuk lokasi budidaya perikanan air tawar. Sehingga kemudahan ini akan dapat merata ke semua kawasan budidaya”, papar Slamet.
Kerjasama ini juga akan mendorong munculnya kemandirian kawasan budidaya, sebagai salah satu dari empat kemandirian yang akan dicapai. Tiga kemandirian yang lain adalah Kemandirian Sarana Produksi, Kemandirian Kelompok Pembudidaya dan Kemandirian Usaha Budidaya.
“Dengan Kemandirian tersebut, kita akan mampu meningkatkan daya saing produk perikanan budidaya dan menjadi pemain yang kuta di pasar regional dan global”, tandas Slamet.
AB/jkw/KKP/Jkt.


Nama : Puspita Dewi
Nim   : 13467

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. KKP Dan Kemen PU-PERA Bersinergi Bangun Kawasan Perikanan Budidaya

    Nilai Penyuluhan:

    1. Sumber Teknologi/Ide
    Pembangunan sarana prasarana pendukung untuk budidaya seperti pembuatan saluran air.

    2. Sasaran
    Seluruh daerah kawasan perikanan budidaya di Indonesia.

    3. Manfaat
    Untuk mendukung pencapaian peningkatan produksi sekaligus memberikan peningkatan kesejahteraan kepada pembudidaya dan masyarakat.

    4. Nilai Pendidikan
    Diharapkan dengam membangun saluran air ditambak dan juga jalan produksi guna meningkatkan produktivitas lahan dan sekaligus mengembangkan perekonomian daerah.


    Nilai Berita:
    1. Timelines: Berita ini baru ditulis tanggal 17 september 2015.
    2. Proximity: Dengan dibangunnya saluran air maka ide ini dekat dengan tempat budidaya masyarakat.
    3. Importance: Ide ini dibuat untuk mendukung perikanan budidaya untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan pembudidaya.
    4. Policy: Hal ini ditunjukkan dengan terlibatnya pemerintah dalam pembuatan ide ini.
    5. Prominence: Ide ini dicetuskan oleh KKP dan Kemen PU-PERA yang notabene adalah sekelompok orang tertinggi yang memiliki kebijakan.
    6. Consequence: Ide ini memiliki manfaat untuk meningkatkan perekonomian daerah.
    7. Develipment: Ide ini dapat memberikan keberhasilan pembangunan terutama dikawasan budidaya apabila terlaksana.

    Imsak Fery Ramadhan
    13199
    A.3.1
    Kelompok 7

    BalasHapus