KKP Dan Kemen PU-PERA Bersinergi
Bangun Kawasan Perikanan Budidaya
2015/09/17 at 4:02 PM
9

Jakarta, jokowinomics.com - Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (Kemen PU – PERA) bersinergi membangun kawasan perikanan budidaya. Hal
ini dilakukan untuk mendukung pencapaian peningkatan produksi sekaligus
memberikan peningkatan kesejahteraan kepada pembudidaya dan masyarakat.
“Kerjasama
yang dilakukan adalah dengan membangun saluran air di tambak dan juga jalan
produksi guna meningkatkan produktivitas lahan dan sekaligus mengembangkan
perekonomian daerah.”, ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet
Soebjakto saat memberikan arahan pada Forum Prasarana dan Sarana Perikanan
Budidaya di Surabaya, Rabu (16/9).
Menurut
Slamet, kerjasama pembangunan infrastruktur perikanan budidaya itu di
implementasikan antara Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP dengan
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DJSDA) dan Direktorat Jenderal Cipta Karya
(DJCK) Kemen PU – PERA.
Ia
menjelaskan bahwa kerjasama dengan DJSDA dilakukan dalam rehabilitasi saluran
tambak, baik primer dan sekunder. Tahun 2015 ini, DJSDA mengalokasikan anggaran
sekitar Rp 300 milyar untuk rehab tersebut.
“Kita
harapkan tahun depan akan meningkat. DJPB mendukung untuk melakukan rehab dan
pengembangan saluran tersier, melalui anggaran Pengelolaan Irigasi Tambak
Partisipatif (PITAP) senilai Rp 52 milyar pada 2015. Ini diserahkan kepada 147
Kelompok Pengelola Irigasi Perikanan (POKLINA)”, tambah Slamet.
Sedangkan
pembangunan jalan produksi bekerjasama dengan DJCK. Ini sangat penting, karena
akan mempermudah transportasi atau pengangkutan hasil budidaya dan juga akses
ke tambak atau lokasi budidaya.
“Ke
depan, kerjasama ini akan kita dorong untuk lokasi budidaya perikanan air
tawar. Sehingga kemudahan ini akan dapat merata ke semua kawasan budidaya”,
papar Slamet.
Kerjasama
ini juga akan mendorong munculnya kemandirian kawasan budidaya, sebagai salah
satu dari empat kemandirian yang akan dicapai. Tiga kemandirian yang lain
adalah Kemandirian Sarana Produksi, Kemandirian Kelompok Pembudidaya dan
Kemandirian Usaha Budidaya.
“Dengan
Kemandirian tersebut, kita akan mampu meningkatkan daya saing produk perikanan
budidaya dan menjadi pemain yang kuta di pasar regional dan global”, tandas
Slamet.
AB/jkw/KKP/Jkt.
Good Job
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKKP Dan Kemen PU-PERA Bersinergi Bangun Kawasan Perikanan Budidaya
BalasHapusNilai Penyuluhan:
1. Sumber Teknologi/Ide
Pembangunan sarana prasarana pendukung untuk budidaya seperti pembuatan saluran air.
2. Sasaran
Seluruh daerah kawasan perikanan budidaya di Indonesia.
3. Manfaat
Untuk mendukung pencapaian peningkatan produksi sekaligus memberikan peningkatan kesejahteraan kepada pembudidaya dan masyarakat.
4. Nilai Pendidikan
Diharapkan dengam membangun saluran air ditambak dan juga jalan produksi guna meningkatkan produktivitas lahan dan sekaligus mengembangkan perekonomian daerah.
Nilai Berita:
1. Timelines: Berita ini baru ditulis tanggal 17 september 2015.
2. Proximity: Dengan dibangunnya saluran air maka ide ini dekat dengan tempat budidaya masyarakat.
3. Importance: Ide ini dibuat untuk mendukung perikanan budidaya untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan pembudidaya.
4. Policy: Hal ini ditunjukkan dengan terlibatnya pemerintah dalam pembuatan ide ini.
5. Prominence: Ide ini dicetuskan oleh KKP dan Kemen PU-PERA yang notabene adalah sekelompok orang tertinggi yang memiliki kebijakan.
6. Consequence: Ide ini memiliki manfaat untuk meningkatkan perekonomian daerah.
7. Develipment: Ide ini dapat memberikan keberhasilan pembangunan terutama dikawasan budidaya apabila terlaksana.
Imsak Fery Ramadhan
13199
A.3.1
Kelompok 7